makanan khas


Bagi warga penanggapan makanan ini mungkin tidak asing lagi. Makanan ini sering kita lihat hampir di setiap acara-acara pesta di desa penanggapan. Sebut saja di acara pesta perkawinan.

Makanan ini selalu saja hadir menemani dan menjadi makanan mendamping makanan-makanan moderan lainnya.

Makanan ini sampai saat ini tak habis di makan zaman. Makanan ini mungkin sampai kapanpun akan menjadi pelengkap di setiap acara-acara pesta di desa pananggapan.

Makanan ini di kalangan warga desa penanggapan sering di sebut dengan sebutan PAPAIS. Untuk bahasa kerennya mungkin sering di sebut dengan kue LIMAS (maaf kalo salah).

Masih ingetkah rasa PAPAIS…???

 

Iklan

4 responses to this post.

  1. Posted by destyana on 27 Oktober 2010 at 18:38

    desty mah te suka papais.. tenggorokan na teh sok gatel ku kalapana.. hop doh kanggo mas bowo ae…

    Balas

  2. gaya teu suka papais………
    ari gateul mah atuh nu isina kacang hejo pan aya atuh….hehehehe

    Balas

  3. Posted by D'wok5 on 29 Oktober 2010 at 06:48

    Papais monyong..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: