Archive for Oktober, 2012

JANGAN menganggap enteng buruh kasar.

SALUT….!!! mari kita pun bikin wadah yang khusus di peruntukan untuk pembangunan desa. Kita koordinir seluruh pekerja, pengusaha, pedagang dll. yang notabene merantau di perkotaan.

JANGAN menganggap enteng buruh kasar. Ketika mereka kompak dan mempunyai keinginan besar membangun desa, ternyata tidak kalah dengan kelompok elite yang bergelimang harta.

Adalah warga Desa Cipajang, Kecamatan Banjarharjo, Kabupaten Brebes yang mayoritas pekerja kasar di Jakarta. Mereka telah membuktikan kemampuan membangun berbagai fasilitas penting yang dibutuhkan masyarakat. Motonya, gampang guyub dan rukun. Begitu ada rezeki, sebagian mereka sisihkan untuk dana pembangunan desa.

Warga Cipajang hampir 80% bekerja di Metropolitan. Mereka bukan orang kaya, tapi mengadu nasib sebagai pekerja kasar, seperti kuli bangunan, tukang gali, dan pekerja kasar lain. Sebagai orang senasib yang hidup jauh dari kampung halaman, mereka mempunyai organisasi Persatuan Tukang Gali (Pertugal). Organisasi tersebut kini berjumlah 50 grup, masing-masing grup beranggotakan 40 orang. Dengan demikian, total anggota 2.000 orang.

Dari sekian banyak pekerja itu, Pertugal mempunyai spesialisasi pekerjaan sebagai pekerja galian. Antara lain galian kabel telepon, listrik, pemasangan pompa air minum, saluran air, pemasangan slup fondasi beton bangunan bertingkat. Di antara mereka, ada yang sudah meningkat menjadi mandor bangunan dan pemborong bangunan.

Seperti H Daryatmo (55) yang pada 1975 berangkat dari kampung halaman menjadi tukang gali. Berbagai macam pekerjaan galian sudah pernah dilakukan. Berkat ketekunannya, dia pada 1993 mulai merintis pendirian PT Dewa Asri Jaya yang bergerak di bidang kontraktor bangunan. Melalui bendera itulah, lelaki empat anak tersebut mengkoordinir rekan-rekan se-kampung halaman menjadi pekerjanya.

Garapan pekerjaan yang ditangani antara lain memelihara areal padang golf Bumi Serpong Damai Jakarta. Kemudian bangunan bertingkat dan proyek-proyek besar pemasangan kabel telepon dan pipa PDAM.

Dari situlah para anggota Pertugal dapat hidup dan mencukupi kebutuhan keluarga di kampung halaman.

Terlihat Rapi

Bagaimana mereka bisa membangun fasilitas desa? Kepala Desa Cipajang H Suwarno mengemukakan, anggota Pertugal setiap saat mengirimkan bantuan lewat grup atau kelompoknya.

Mereka tak perlu pulang kampung, tapi dana yang terkumpul dikoordinir, kemudian salah satu yang pulang kampung dititipi membawa dana pembangunan desa.

”Mereka hampir jarang pulang. Untuk mengirim penghasilan kepada istri, cukup dititipkan pada anggota yang pulang kampung,” tutur H Suwarno.

Suwarno yang baru tiga tahun menjabat kepala desa mengaku bangga atas partisipasi warganya di perantauan itu. Mereka memercayakan kepada panitia desa untuk membangun sarana yang diperlukan.

Dan dari dana yang terkumpul, desa kini memiliki bangunan kantor balai desa paling megah di Kabupaten Brebes. Kantornya berlantai dua dengan luas bangunan sebesar kantor kecamatan Banjarharjo.

Untuk mendirikan kantor balai desa, Pertugal menghabiskan dana Rp 65 juta. Nilai bangunan lebih murah, sebab tenaga kerja mengerjakan sukarela. Begitu juga Masjid Jami Cipajang berdiri megah menelan biaya hampir satu miliar.

Selain dua sarana penting, Pertugal juga membangun jalan desa dan lorong-lorong kampung sehingga suasana terlihat rapi. Siapa pun yang datang pasti tak mengira, kehebatan suasana desa itu ditopang dari dana orang kecil yang hidup dalam keterbatasan.

Bagi Nasori (48), salah seorang anggota Pertugal, sumbangsih kepada desa merupakan kewajiban yang tak boleh ditinggalkan. ”Siapa lagi kalau bukan dari kami ini. Menunggu bantuan dana dari pemerintah sangat sulit.”

Desa Cipajang terletak di selatan Waduk Malahayu atau sekitar 35 km barat daya Kota Brebes. Desa itu memiliki penduduk 5.478 jiwa yang terdiri atas 2.742 laki-laki-laki dan 2.736 wanita. Luas desa 3,60 km persegi.

Karena hampir 80% warganya merantau, yang ada di kampung sebagian anak-anak dan wanita. Di kampung mereka ternyata tak mau tinggal diam. Untuk mengisi waktu luang, mereka mengerjakan industri rumah tangga.

sumber : http://www.suaramerdeka.com/harian/0208/08/dar7.htm

Usaha Ternak Penggemukan Kambing Jawa

Usaha Ternak Penggemukan Kambing Jawa untuk Hari Raya Kurban Iedul Ad’ha

 

Masyarakat di negara kita ini kebanyakan adalah masyarakat petani dan peternak, namun kebanyakan dari mereka tidak memiliki pengetahuan tentang bisnis peternakan dan pertanian. Ini adalah peluang bagi kita yang tertarik di bisnis peternakan, karena kita memiliki banyak tenaga ahli di desa-desa yang dapat kita manfaatkan dengan mengajak mereka bekerja sama dengan kita sebagai pemodal dan mereka sebagai pekerja dan penyedia lahan. dengan demikian kita sebagai pengusaha diuntungkan dengan pengiritan modal lahan. begitu pula para pekerja yang merupakan penduduk desa yang ahli dalam peternakan kambing tapi tidak memiliki modal diuntungkan oleh kita para pengusaha yang menyediakan modal untuk mereka dalam bentuk kerja sama, sehingga pihak pengusaha dan peternak sama-sama diuntungkan.

Langkah-langkah yang dibutuhkan

Mulailah usaha ternak kambing kurban iedulad’ha ini yaitu 5 bulan sebelum iedulad’ha tersebut. Sebulan pertama untuk menyiapkan kandang-kandang dan pembelian kambing umur 10 bulan untuk digemukan, sehingga pada saat hari raya tiba kambing tadi sudah berumur lebih dari setahun dan siap dijual untuk kurban. karena salah satu syarat kambing untuk kurban adalah berumur lebih dari setahun. sebaiknya anda membaca juga syarat-syarat dari kambing kurban seperti tidak cacat, tidak sakit, dalam keadaan sehat, dan lain-lain.

Usaha ini dapat kita mulai dengan mencari lokasi yang baik untuk memelihara kambing. Daerah yang ideal adalah yang sepi jauh dari keramaian, tapi mempunyai fasilitas jalur transport untuk mobil, tidak jauh dari daerah tempat tanaman pakan buat ternak. Daerah demikian hanya ada di desa-desa.

Setelah menemukan daerah yang cocok untuk peternakan kambing, carilah penduduk desa daerah tadi yang memiliki lahan yang diinginkan untuk diajak kerja sama dengan menjadikan mereka sebagai peternak dengan perjanjian bagi hasil sehingga dapat mengirit modal lahan atau dengan system gaji. Biasanya orang-orang desa lebih suka system gaji, sebab dengan system gaji mereka menerima hasil kerjanya setiap bulan. walaupun system bagi untung hasilnya lebih besar namun karena hasil dibagikan pada saat panen mereka akan merasa itu terlalu lama jadi mereka akan lebih suka menerima gaji. Begitu pula dengan pemilik lahan, mereka akan lebih suka dengan system sewa daripada system bagi hasil. Ini juga disebabkan oleh minimnya jiwa ataupun ilmu bisnis mereka sehingga mereka lebih suka menjadi pekerja daripada menjadi partner kerja.

Setelah sepakat dengan pemilik lahan dengan harga sewa yang diinginkan, mulailah mencari kambing yang akan digemukkan ke peternak-peternak rumahan ataupun ke pasar-pasar hewan. Tapi kambing-kambimg tadi jangan langsung dibeli. Setelah memeriksa dan menemui kambing yang cocok (sehat, bagus, berumur 10 bulan, harga sesuai) dikasi tanda dan uang muka saja dulu sebagai tanda jadi sisanya dibayar saat pengambilan sebulan kemudian saat kandang dan pekerja sudah disiapkan. Ini bertujuan agar tidak tergesa-gesa dalam membeli kambing yang akan digemukkan. dengan tidak tergesa-gesa akan didapatkan kambing yang baik sesuai yang diinginkan dengan harga yang murah juga sebab kita punya banyak waktu untuk menego harga.

Pilihlah jenis kambing jawa randu! Sebenarnya jenis kambing kibas juga bisa, hanya saja akan lebih repot dalam pemeliharaannya. Sebab harus rajin mencukur bulu-bulunya, sementara kambing jawa hanya butuh perawatan kebersihan kandang dan makanan saja sehingga lebih praktis.

Buatlah kandang dengan ukuran 6 x 6 meter untuk kapasitas 20 ekor kambing per kandang, kandang di sekat per kamar per seekor kambing dengan ukuran 150cm x 60cm, dengan tujuan agar tidak terjadi perkelahian yang dapat mencedrai. Maka dibutuhkan 5 unit kandang untuk 100 ekor kambing. Penargetan 100 ekor kambing bertujuan agar mendapatkan keuntungan yang layak, karena semakin banyak jumlah kambing yang digemukkan makin banyak pula keuntungan yang dihasilkan. Tapi tergantung dari besarnya modal yang dimiliki. (Di sini akan dibahas penggemukan 100 ekor kambing sebagai barometer akan dihitung per kandang yaitu untuk 20 ekor kambing). Kandang tadi menghadap ke timur atau ke barat agar mendapatkan cahaya matahari yang cukup supaya tidak lembab.

Buatlah rumah semi permanen untuk dijadikan basecamp dan gudang tempat menyimpan peralatan, sumur bor untuk kebutuhan air dan buatlah pagar pembatas wilayah peternakan agar keamanan terjamin.

Carilah dua orang pekerja yang akan bertugas sebagai peternak dan pencari pakan yang rajin dan memiliki pengalaman beternak dan siapkanlah peralatan mereka seperti cangkul, sekop, arit, sepatu but, dll.

Buatlah perjanjian jika mereka bekerja tidak rajin atau melakukan kesalahan mereka akan diberi peringatan 1, 2, dan ketiga kalinya dipecat. Jika mereka melakukan kesalahan yang mengakibatkan kambing mati, mereka harus bertanggung jawab dengan ganti rugi dengan pemotongan gaji sesuai harga kambing yang mati.

Setelah semua langkah tadi selesai dilaksanakan dan para peternak mulai bekerja, mulailah menyebarkan pamflet ke masjid-masjid atau membuat iklan di website-website yang menyediakan iklan gratis seperti http://www.pengusahamuslim.com, dll, untuk mempermudah penjualan nantinya.

Proses kerja usaha ini

Mengontrol setiap hari para pekerja dan hewan ternak agar didapatkan hasil yang maksimal dan menangani langsung jika terjadi masalah. Setiap pekerja bertanggung jawab atas 50 ekor kambing. sebelum pekerja-pekerja tadi berangkat mencari pangan ke hutan mereka harus membersihkan kotoran ternak untuk dimasukkan ke dalam karung-karung. Kemudian memberi makan ternak dengan sisa pakan kemarin. Para pekerja pergi mencari pakan dua kali sehari, yaitu : 1- Pada waktu pagi setelah membersihkan kandang dan kembali membawa pakan ternak (dedaunan dan rerumputan) siangnya pada waktu makan siang, pakan tadi ditaruh dulu tidak langsung diberikan kepada ternak. Setelah itu biarkan mereka pulang istirahat dan makan siang ke rumah masing-masing selama satu jam. setelah mereka (pekerja) balik dari istirahat barulah pakan tadi diberikan ke ternak untuk dimakan, ini bertujuan agar pakan tadi layu terlebih dahulu. Jika pakan diberikan ke ternak dalam keadaan segar akan mengakibatkan perut ternak kembung karena masih banyaknya kadar gas pada pakan tadi.

2- Setelah memberi makan ternak para pekerja berangkat lagi mencari pakan dan kembali membawa pakan pada sore harinya. Pakan ditaruh dulu kemudian mereka (para pekerja) istirahat solat Asar selama setengah jam, setelah itu memberi makan hewan ternak. sisakan secukupnya pakan untuk diberikan keesokan pagi hari setelah membersihkan kotoran ternak sebelum berangkat lagi mencari pakan.

Mengikuti organisasi ternak setempat agar mendapatkan informasi-informasi yang bermanfaat buat usaha ternak ini. Biasanya dengan mengikuti organisasi peternak kita mendapatkan informasi bantuan dari pemerintah berupa pelayanan kesehatan ternak geratis. Mengikuti organisasi peternak juga dapat mempermudah informasi pemasaran.

Menjaga agar kandang tetap bersih dan kering agar tidak ada parasit-parasit yang dapat hidup di udara lembab dan basah. Ini untuk menghindari penyakit kulit yang biasa diderita kambing ternak.

Agar mendapat keuntungan yang layak maka dibutuhkan minimal 100 ekor kambing untuk digemukkan, sebab keuntungan diterima setahun sekali. Perhitungannya adalah per seekor kambing akan didapatkan keuntungan Rp550.000,- jadi jika 100 ekor kambing keuntungannya berjumlah Rp55.000.000,-. Artinya dengan 100 ekor kambing perbulan dapat dihasilkan keuntungan Rp4.580.000,-(55jt : 12). Semakin banyak jumlah kambingnya maka semakin banyak keuntungan yang dihasilkan. Tentunya semakin banyak pula modal yang dibutuhkan. Penentuan jumlah kambing minimal 100 ekor diperhitungkan agar bisa didapat keuntungan Rp4.580.000,- per bulan supaya keuntungan tersebut dapat layak membiayai kebutuhan hidup yang semakin mahal. Sehingga bisa focus dalam usaha ini selama menunggu hari raya tahun berikutnya. Tapi perhitungan keuntungan Rp4,5juta per bulan tersebut hanya sebagai biaya untuk pemeliharaan kambing selanjutnya selama setahun kedepan. Kita bebas mengelola keuntungan sebesar Rp55jt per tahun tersebut selama menunggu hari raya kurban yang berikutnya. Untuk perincian perhitungan keuntungan, pengeluaran dan lain-lain akan dibahas berikutnya.

Menjual kotoran ternak kepada petani untuk dijadikan pupuk, kemudian hasil penjualan tadi dibelikan makanan konsentrat (gabah, limbah jagung, limbah pisang dan ampas tahu)

Membeli bibit kambing yang sapih (baru selesai menyusui) untuk dipelihara satu tahun sebulan sebelum panen dengan cara memberi uang muka (seperti cara pembelian pertama)

Modal yang dibutuhkan dan untuk apa saja modal tersebut

  • Biaya sewa tanah Rp10.000.000,-untuk sewa 10 tahun.
  • Biaya pembuatan 5 kandang Rp10.000.000,-.
  • Biaya pembelian 100 ekor kambing jantan berumur 10 bulan Rp40.000.000,-
  • Biaya pembuatan basecamp Rp5.000.000,-
  • Biaya pembuatan sumur bor Rp1.000.000,-
  • Biaya gaji 2 orang pekerja selama 4bulan kerja per orang per bulan Rp1.000.000,- total 2 orang selama 4 bulan Rp8.000.000,-
  • Total jumlah modal yang dikeluarkan : Rp74.000.000,-
  • Setelah lima bulan tepatnya pada saat penjualan Iedul Ad’ha pertama akan didapatkan hasil penjualan 100 ekor kambing sebesar Rp100.000.000,- dengan penjualan Rp1.000.000,- per kambing.

Keuntungan yang di dapat pada setiap tahunnya

Hasil penjualan 100 ekor kambing adalah Rp100.000.000,- dengan penjualan per ekor kambing Rp1.000.000,- dikurangi pengeluaran untuk usaha setahun berikutnya:

  • Pembelian 100 ekor kambing sapih (baru selesai menyusui) biasanya berumur 3 bulan @Rp200.000,- sama dengan Rp20.000.000,-
  • Gaji 2 orang pekerja selama satu tahun masing-masing Rp1.000.000,- per bulan sama dengan 2 jt kali 12 sama dengan Rp24.000.000,-
  • Uang jaga-jaga untuk kesehatan dan tambahan pakan Rp10.000.000,-(10% dari jumlah uang Rp100.000.000,-) .
  • Total pengeluaran selama setiap setahun berikut Rp45.000.000,-
  • Jadi keuntungan yang dihasilkan setiap tahun: Rp100.000.000,- dikurangi Rp45.000.000,- sama dengan Rp55.000.000,-

Untuk mendapatkan keuntungan yang lebih dari yang dihitung tadi usahakanlah agar kambing peliharaan menjadi sehat-sehat dan gemuk-gemuk agar dapat dijual dengan harga lebih mahal sehingga mendapat untung lebih banyak.

Pemasaran

Karena usaha ternak ini ditujukan untuk penjualan pada hari raya kurban, maka pemasarannya tidak terlalu sulit. Sebab ternak tersebut dibutuhkan oleh orang-orang yang mau mengadakan kurban. Jadi pasarnya sangat prospektif. Namun tetap diadakan penawaran pemasaran melalui famplet-famplet agar dikenal dan dapat bersaing, sebab pasti banyak juga yang melihat peluang ini dan menjadi pesaing. Kemudian buatlah iklan-iklan di website jauh hari sebelum Iedul Ad’ha tiba

[sumber:internet]

Tumbuhkan Motivasi Pemuda Desa Dalam Bertani

Banyak pemuda desa yang merantau mencari pekerjaan di perkotaan dan menyebabkan peningkatan arus urbanisasi dan kepadatan jumlah penduduk perkotaan. Penulis sangat cemas dan khawatir tentang masa depan generasi muda dan lenyapnya keterampilan serta pengetahuan yang dimiliki oleh petani sekarang karena tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pewarisan pengetahuan pertanian berkurang.

Pemuda adalah generasi penerus kepemimpinan dan ilmu pengetahuan bangsa. Pemuda desa berjumlah mayoritas di pedesaan. Karena hampir sebagian besar penduduk Indonesia bekerja sebagai petani. Namun, ironis, banyak pemuda desa yang merantau mencari pekerjaan di perkotaan dan menyebabkan peningkatan arus urbanisasi dan kepadatan jumlah penduduk perkotaan. Penulis sangat cemas dan khawatir tentang masa depan generasi muda dan lenyapnya keterampilan serta pengetahuan yang dimiliki oleh petani sekarang karena tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pewarisan pengetahuan pertanian berkurang.

Generasi muda lebih memilih untuk merantau dibandingkan dengan mengembangkan pertaniannya sendiri. Faktor-faktor yang menyebabkan generasi muda kurang berminat dengan pertanian adalah: pemuda berpendapat bukan zamannya lagi untuk tinggal di kampung dan bertani; hasil pertanian kurang mendukung kebutuhan ekonomi, cara bertani tradisional dinilai kurang efektif; banyak masalah termasuk kesuburan tanah, hama dan penyakit; masyarakat belum punya keterampilan pengolahan hasil pertanian; kurang informasi dan pengalaman; kurang motivasi dari orang tua; dan lebih tergiur untuk merantau.

Padahal kita tahu bahwa pemuda desa  bisa terpakai belum tentu di kota pun . Sarjana saja banyak yang masih menganggur. Bagaimana mungkin dengan orang-orang muda yang umumnya berpendidikan rendah, bisa mendapatkan pekerjaan yang memadai?”.Pendidikan keluarga turut menentukan seperti apa jadinya generasi kita ke depan, katanya. Ditambahkan bahwa bila sejak kecil orang tua tidak menanamkan nilai-nilai dan prinsip hidup yang benar kepada anak maka jangan pernah berharap, kelak mereka bisa mengatur hidupnya dengan baik.

Jadi, pemuda desa sebagai generai penerus yang tidak mencintai kegiatan pertanian merupakan akibat dari kesalahan orang tua yang mengabaikan penanaman budaya cinta pertanian kepada anak-anak mereka sejak masih kecil. Kiat-kiat khusus untuk menanamkan budaya cinta lingkungan kepada anak-anak pedesaan antara lain : pertama, perkenalkan kepada anak-anak kita tentang pertanian, sejak mereka berusia lima tahun. Kedua, bangun diskusi bersama anak-anak di sela-sela aktivitas pertanian. Di sawah merupakan tempat diskusi yang paling efektif untuk mendidik dan membangun diskusi bersama anak tentang hal-hal yang berkaitan dengan lingkungan di sekitarnya.

Kita dapat memberitahu kepada anak-anak tentang apa yang kita lakukan di sawah atau di kebun, mengapa harus melakukan demikian, apa tujuannya, dsb. Apalagi hal- hal seperti ini mungkin tidak mereka dapatkan di sekolah. Ketiga, belajar memberi tanggung jawab untuk berpartisipasi dalam aktivitas pertanian sesuai kemampuan mereka. Karena sudah terbiasa dengan bermain di sawah maka anak-anak lebih cenderung menghabiskan waktu bermain mereka bersama rekan- rekan seangkatannya di sawah.

Anak-anak sebaiknya dibiasakan untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatannya di sawah. Saat mereka berumur 8-9 tahun mereka diberi tanggung jawab untuk mengantarkan makanan oleh ibu mereka ke sawah. Ketika mereka berumur 11 tahun, mereka diminta menghalau burung-burung saat padi sudah mulai menguning. Tanggung jawab ini mereka lakukan dengan senang hati, tanpa terpaksa, karena disamping mereka menjalankan tugas mereka, kegiatan bermain mereka tidak pernah terganggu.

Keempat, Orang tua berperan sebagai “guru” bagi anak- anak baik di dalam maupun di luar rumah. Mengajar anak bukan semata-mata tugas seorang guru di sekolah. Tiada hari tanpa kerja. Orang tua harus selalu menanamkan nilai bahwa kerja di kebun dan di sawah merupakan suatu keharusan. Kita ini hidup dari ”tanah” meninggal pun ke ”tanah”. Karena itu, orang tua sebaiknya selalu mengajar dan mendidik anak-anak sendiri baik di rumah maupun di luar rumah. Di dalam rumah, orang tua mengajarkan untuk harus terlibat melakukan apa saja yang mereka mampu lakukan.

Di luar rumah, orang tua mengajarkan agar tidak ikut-ikutan meniru gaya hidup teman-teman lain yang ekonomi orang tua mereka mampu. Orang tua selalu menasehatipemuda desa bagaimana menjadi anak yang bertanggung jawab, tidak membuat orang tua kesal, dll. Dengan demikian, nasib generasi mendatang sedikit tidaknya ditentukan oleh apa yang kita wariskan dan tanamkan kepada mereka sejak saat sekarang. Memimpikan suatu generasi muda yang mencintai budaya pertanian sudah semestinya dilakukan mulai sekarang.

Kita selaku pemegang tongkat estafet pertanian saat ini mesti melihat diri kita sebagai pelaku pertanian saat sekarang dan melihat anak-anak kita sebagai pelaku dan pemegang tongkat estafet pertanian di waktu yang akan datang sesudah kita. Bila hal demikian disadari maka persoalan semakin pudarnya minat generasi penerus terhadap pertanian di desa yang sudah mulai terasa saat ini tidak akan terjadi. Karena itu komitmen dan tekad kita selaku mitra masyarakat untuk memberikan pendampingan dan penyadaran kepada masyarakat sangat dibutuhkan.

Generasi penerus yang ada di desa akan semakin merasa lebih nyaman berada di desa dan memulai usaha pertanian mereka ketimbang beralih ke kota. Sehingga, diharapkan budaya bertani tidak akan dipandang sebelah mata oleh pemuda desa  kita. Apalagi, bila RUU Pembangunan Pedesaan segera disahkan oleh DPR RI, maka pembangunan pedesaan bertujuan untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakatdesa dan meningkatkan peran masyarakat desa dalam setiap tahapan pembangunan dengan tetap menjamin terpeliharanya adat istiadat setempat. Amin.

[sumber:internet]

bagaimana kalo internet masuk desa?

Perkembangan teknologi seperti Internet sekarang sudah sangat mempengaruhi dalam menjalankan kegiatan sehari-hari,bukan hanya di masyarakat kota namun masyarakat desa pun terkena dampaknya kegunaan internet.

menurut mimin, Penduduk desa menanggapi masuknya internet dengan 2 segi yang berbeda yaitu :

  1. Dari segi positif penduduk desa dapat mengakses jenis2 bibit unggul untuk tanaman2nya,dapat mengetahui skala perkembangan pertanian maupun perkebunan. Status ekonomi masyarakat desa pun meningkat dengan adanya internet ini.Masyarakat desa pun dapat mengenal budaya2 dari daerah lain yang mungkin selama ini mereka kurang begitu tahu dan masyarakat desa pun dapat mengembangkan lagi lebih luas usahanya.
  2. Segi negatifnya internet bagi masyarakat desa yaitu belum banyaknya sumber daya manusia yang dapat menggunakannya hanya sebagian kelompok masyarakat dan kurangnya infrastuktur telekomunikasi di berbagai daerah dan desa di Indonesia. Hal ini disebabkan program pembangunan yang tidak merata.
  3. Dari segi biaya internet dan perangkat komputernya yang masih dibilang mahal oleh masyarakat desa dan hal hal negatif yang banyak dalam internet yang belum bisa disaring oleh masyarakat desa seperti contohnya : pengaruh modernisasi yang berlebihan .

Maka dari itu perlu adanya lagi peningkatan peningkatan dalam program internet masuk desa agar perkembangannya secara merata.

# bayangan mimin, bagaimana ya serunya jika di desa kita ini ada internet lancar, koneksinya bagus, dan di sediakan tempat khusus oleh desa untuk seluruh warga. Warga bisa menikmati fasilitas internet secara gratis demi menunjang perkembangan pertanian, peternakan ,kesehatan dll.

dengan begitu, dengan akses informasi yang begitu mudah, semoga desa kita tercinta ini bisa mengalami kemajuan yang pesat dalam bidang apapun.

[sumber:internet]

musim katiga panjang, peternak kesulitan cari rumput

Musim kemarau ( usum katiga) berkepanjangan mengakibatkan para peternak sapi maupun kambing di desa kita ( penanggapan) mengalami kesulitan memberi makan ternaknya. ini di akibatkan karena rumput yang biasa mereka cari di sawah atau di ladang-ladang mulai mengering bahkan tidak tumbuh sama sekali.

Saya mengalami kesulitan sekarang, saya harus bangun lebih pagi dan harus extra kerja keras untuk mendapatkan satu karung rumput untuk makan sapi saya, ujar bu eti ( ibunya admin ) salah satu peternak sapi di daerah  cibuni.

supaya sapi saya bisa tetap gemuk dan sehat, saya selalu berusaha mencari rumput yang segar.  kadang harus mencari rumput ke wilayah desa tetangga, ke pinggir-pinggir waduk ( leban), “lanjut bu eti”

kekeringan memang melanda sebagian besar wilayah khusus nya di pulau jawa. iklim yang tidak menentu seperti ini juga membuat para peternak maupun petani di desa kita sulit menentukan waktu bercocok tanam. ( WT)

Kekuatan Ekonomi desa

Iwan Fals dalam sebuah syair lagunya yang berjudul “Desa” dalam album manusia setengah dewa menyebutkan, “Desa harus jadi kekuatan ekonomi, desa adalah kekuatan sejati, desa adalah kenyataan, desa dan kota tak terpisahkan, tapi desa harus diutamakan”.
Syair lagu Desa tersebut mungkin merupakan sebuah kebenaran yang harus diwujudkan. Karena mayoritas penduduk desa bermata pencaharian petani, sehingga langkah untuk membangun kekuatan ekonomi desa seyogyanya harus difokuskan pada sektor pertanian.
Sejalan dengan hal ini, dalam menjadikan sektor pertanian sebagai roda penggerak pertumbuhan ekonomi maka komitmen untuk memperluas dan meningkatkan swasembada pangan harus terus diasah. Jika hal ini telah menjadi prioritas utama, maka tentunya untuk mewujudkan desa sebagai basis kekuatan ekonomi akan mendekati kenyataan. Sehingga pertumbuhan ekonomi yang diharapkan melalui sektor pertanian inipun dapat dicapai.
Tidak kalah pentingnya adalah potret desa sebagai simbol keterbelakangan dan ketidakberdayaan dapat terkikis, serta terwujudnya stabilitas ekonomi di desa.
[sumber : internet]

selamat hari raya idul adha 1433 H.

Selamat hari raya idul adha warga desa penanggapan. mimin pribadi  selalu berdoa semoga di desa kita tercinta ini semakin banyak para dermawan yang rela menyisihkan sebagian hartanya untuk bisa berbagi dengan sesama khususnya bagi warga desa penanggapan yang kurang mampu. kebetulan tahun ini mimin berada nun jauh di rantau.( sarmin gak tau banyak atau gak ya yg kurban tahun ini)

semoga sajalah ada peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. amiiin

karena menurut mimin( yang gk intelek) ni ye, semakin banyak yang kurban itu mengindikasikan bahwa taraf hidup warga desa kita semakin baik dan bisa jugadi artikan kesadaran untuk berbagi semakin tinggi ( disamping buat beribadah)

pokonya, maju terus lah desa penanggapan. ( mimin gak bisa bicara panjang lebar lagi)

sekali lagi mimin ucapin selamat “bada” deh buat warga desa penanggapan khusus nya dan umumnya buat seluruh umat muslim di dunia. 🙂

%d blogger menyukai ini: